​Eskalasi di Karibia: Penangkapan Nicolás Maduro dan Krisis Kedaulatan Venezuela 2026

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela mencapai titik nadir setelah Washington meluncurkan operasi militer mendadak yang berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro di Caracas.

2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!

Awal Januari 2026 menjadi titik balik paling krusial dalam sejarah geopolitik Amerika Latin. Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela mencapai titik nadir setelah Washington meluncurkan operasi militer mendadak yang berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro di Caracas.

Kronologi Kejadian

Pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, pasukan khusus Amerika Serikat melancarkan “Operasi Resolve”. Serangan udara dilaporkan mengguncang beberapa instalasi militer strategis di Caracas, termasuk pangkalan militer Fuerte Tiuna. Dalam operasi tersebut, Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan segera dibawa ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan narko-terorisme, konspirasi impor kokain, dan perdagangan senjata.


​Presiden Donald Trump (yang menjabat kembali di periode kedua) menyatakan bahwa tindakan ini adalah langkah penegakan hukum global untuk melindungi warga AS dari ancaman narkoba dan migrasi ilegal. Trump menegaskan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela sementara waktu hingga transisi kekuasaan yang dianggap “aman dan benar” dapat dilakukan.

Reaksi Dunia dan Kondisi Internal


​Langkah sepihak Amerika Serikat ini memicu gelombang protes internasional:

​Dewan Keamanan PBB: Negara-negara seperti China, Rusia, Brasil, dan Kolombia mengutuk keras serangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan nasional dan Piagam PBB.

- Advertisement -
Ad image


​Pemerintahan Interim: Di Caracas, Wakil Presiden Delcy Rodríguez telah dilantik sebagai presiden interim oleh Majelis Nasional Venezuela. Namun, kontrol militer Venezuela di lapangan masih menjadi tanda tanya besar di tengah kehadiran aset militer AS di perairan Karibia.


​Dampak Ekonomi: Pasar minyak global mulai bereaksi dengan adanya hambatan ekspor minyak Venezuela akibat blokade laut yang dilakukan AS, meskipun harga minyak dunia saat ini masih terpantau relatif stabil di angka $63 per barel.

Dilema Transisi


​Meski tokoh oposisi dan peraih Nobel Perdamaian, María Corina Machado, menyambut jatuhnya Maduro sebagai “jam kebebasan”, Presiden Trump secara mengejutkan sempat meragukan kapasitas Machado untuk memimpin, yang menambah ketidakpastian mengenai siapa yang akan memegang kemudi Venezuela selanjutnya.

SOURCES:Antara NewsKompas.id
Share This Article
Leave a Comment